
Perubahan iklim bukan lagi sekadar isu global yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Dampaknya kini semakin nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama di sektor pertanian. Melalui program Bakti Lingkungan 2024, Sispala Gogoniti menghadirkan webinar edukatif bertema Perubahan Iklim, Bencana, dan Mitigasi di Bidang Pertanian sebagai ruang belajar dan refleksi bagi siswa SMKN 1 Doko.
Webinar ini menghadirkan Agung Suprianto, M.Pd, pengajar Jurusan IPS Universitas Negeri Malang, yang akan mengupas secara ilmiah dan sederhana mengenai perubahan iklim: apakah fenomena ini benar terjadi atau sekadar hoaks? Dengan pendekatan akademis dan berbasis data, peserta akan diajak memahami bahwa perubahan pola hujan, meningkatnya suhu, kekeringan panjang, hingga cuaca ekstrem merupakan bagian dari dinamika iklim global yang berdampak langsung pada sektor pertanian.
Bagi siswa SMKN 1 Doko, khususnya yang berasal dari keluarga petani maupun yang menempuh jurusan pertanian, pemahaman ini sangat penting. Pertanian adalah sektor yang paling rentan terhadap perubahan iklim. Curah hujan yang tidak menentu dapat menyebabkan gagal tanam. Suhu yang meningkat memengaruhi produktivitas tanaman. Serangan hama dan penyakit pun semakin sulit diprediksi. Oleh karena itu, mitigasi menjadi kunci.
Mitigasi di bidang pertanian dapat dilakukan melalui berbagai langkah, seperti penggunaan varietas tahan kekeringan, pengelolaan irigasi yang efisien, sistem agroforestri, konservasi tanah dan air, serta pemanfaatan teknologi sederhana untuk memantau kondisi lahan. Edukasi ini menegaskan bahwa petani masa kini tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman, tetapi juga harus dibekali pengetahuan ilmiah dan keterampilan adaptif.
Webinar ini menjadi bukti bahwa menjadi anak petani di SMKN 1 Doko bukanlah hal biasa, melainkan sebuah kebanggaan. Anak petani yang memiliki pengetahuan tentang perubahan iklim, mitigasi bencana, dan strategi pertanian berkelanjutan adalah generasi tangguh yang mampu menjawab tantangan zaman. Dengan ilmu yang tepat, pertanian tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang secara berkelanjutan.
Mari kita saksikan dan ikuti webinar ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi kebencanaan dan kepedulian lingkungan. Karena masa depan pertanian ada di tangan generasi muda yang berpengetahuan, peduli, dan siap beradaptasi.






