SMKN 1 Doko Kembangkan Literasi Kebencanaan Melalui Web SPAB Berbasis Geospasial

SMKN 1 Doko terus berinovasi dalam membangun budaya sadar bencana melalui pengembangan literasi kebencanaan berbasis web dalam program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Inovasi ini dipresentasikan dalam karya bertajuk “Sekolah Tangguh Bencana Berbasis Geospasial” pada ajang EJIES 2025, sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan warga sekolah terhadap berbagai potensi bencana di lingkungan pendidikan.

Pengembangan literasi SPAB ini dilatarbelakangi oleh kondisi geografis SMKN 1 Doko yang berada di wilayah perbukitan Desa Resapombo, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar. Wilayah tersebut memiliki kerentanan terhadap gerakan tanah dan longsor, yang semakin disadari setelah peristiwa longsor yang terjadi pada 21 November 2024 di sekitar area sekolah. Peristiwa tersebut menjadi refleksi bagi sekolah untuk membangun sistem mitigasi yang lebih terstruktur dan berbasis pengetahuan.

Melalui program ini, SMKN 1 Doko mengembangkan Web SPAB sekolah sebagai media literasi digital kebencanaan yang dapat diakses oleh siswa, guru, maupun masyarakat sekolah. Web ini berfungsi sebagai pusat informasi mitigasi yang memuat berbagai konten edukatif seperti pengenalan SPAB, jenis-jenis bencana, peta kerentanan tanah di sekitar sekolah, jalur evakuasi, serta informasi dari lembaga kebencanaan nasional seperti BMKG, PVMBG, dan InaRISK.

Keunggulan dari web SPAB ini adalah integrasi pemetaan geospasial berbasis data lapangan, termasuk hasil pemetaan mikrotermor dan survei drone yang dilakukan bersama BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Blitar. Melalui tampilan peta interaktif tersebut, warga sekolah dapat memahami zona aman, zona rawan, serta langkah-langkah mitigasi yang perlu dilakukan ketika terjadi bencana.

Selain sebagai media informasi, web SPAB juga menjadi sarana pembelajaran literasi kebencanaan bagi siswa. Materi mitigasi bencana tidak hanya disampaikan melalui teori, tetapi juga dipraktikkan dalam kegiatan sekolah seperti simulasi evakuasi, pemasangan jalur evakuasi, serta kegiatan konservasi lahan melalui agroforestri di area lereng sekolah. Pendekatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa mitigasi bencana merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.

Melalui inovasi ini, SMKN 1 Doko berupaya menjadikan sekolah tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai pusat literasi kebencanaan berbasis teknologi dan data geospasial. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam mengembangkan pendidikan kebencanaan yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan kondisi lingkungan setempat.