
Upaya membangun Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMKN 1 Doko berawal dari implementasi Rencana Tindak Lanjut (RTL) Orientasi PPPK 2024 Angkatan CXIX yang dikembangkan melalui pembelajaran kontekstual pada mata pelajaran Sejarah. Inovasi ini mengintegrasikan materi sejarah pembentukan kepulauan Indonesia dengan potensi bencana megathrust sebagai bagian dari edukasi mitigasi bencana kepada peserta didik.
Kegiatan tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi dan Diskusi Satuan Pendidikan Aman Bencana yang dilaksanakan pada 7 November 2024 di Aula Kampus 2 SMKN 1 Doko. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas lembaga antara SMKN 1 Doko dan BPBD Provinsi Jawa Timur sebagai bentuk implementasi Core Values ASN BerAKHLAK, khususnya nilai Kolaboratif, yaitu membangun sinergi antar lembaga untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan dunia pendidikan.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, T. Indrayati, S.Pd., M.Si. yang dalam sambutannya mewakili Kepala Sekolah SMKN 1 Doko menyampaikan pentingnya membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah.
Dalam sambutannya beliau menyampaikan pesan motivasi kepada para siswa dan guru:
“Sekolah bukan hanya tempat belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat membangun kesiapsiagaan hidup. Melalui kegiatan ini kita belajar memahami alam, mengenali risiko bencana, dan menumbuhkan kepedulian untuk saling melindungi. Kami berharap siswa SMKN 1 Doko menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga tangguh menghadapi berbagai tantangan lingkungan.”
Beliau juga menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun budaya sekolah yang aman, tangguh, dan peduli terhadap mitigasi bencana.
Kegiatan ini menghadirkan beberapa pemateri dari berbagai bidang, yaitu:
- Hendra Hermawan, S.Pd – Guru Sejarah SMKN 1 Doko (pengantar pembelajaran sejarah pembentukan kepulauan Indonesia)
- Alif Haidar Safrian, S.Si – BPBD Jawa Timur (tenaga ahli pemetaan kebencanaan)
- Irvan Setyanudin – BPBD Jawa Timur (materi Sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana)
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai sejarah geologis Indonesia, potensi bencana megathrust, serta pentingnya kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah.
Sebanyak 40 peserta yang terdiri dari siswa organisasi sekolah seperti OSIS, PMR, Pramuka, Pecinta Alam, serta guru mengikuti kegiatan ini secara aktif melalui diskusi, assessment kebencanaan, dan simulasi kesiapsiagaan bencana.
Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan praktik sederhana simulasi siaga bencana yang dirancang untuk melatih respon cepat siswa saat terjadi bencana.
Jadwal Simulasi dan Praktik Kebencanaan
Kegiatan simulasi meliputi:
- Simulasi gempa bumi di ruang kelas
Peserta dilatih melakukan tindakan dasar penyelamatan diri seperti drop, cover, and hold. - Latihan evakuasi menuju titik aman
Siswa melakukan evakuasi dari ruang kelas menuju area terbuka sebagai jalur evakuasi darurat. - Pelatihan penyelamatan korban sederhana
Peserta dikenalkan cara membantu korban dan evakuasi dasar secara aman. - Pengenalan alat pemadam api ringan (APAR)
Peserta dikenalkan fungsi dan penggunaan dasar alat pemadam kebakaran. - Presentasi hasil assessment kebencanaan
Kelompok siswa mempresentasikan potensi risiko bencana di lingkungan sekolah serta solusi mitigasi sederhana.
Kegiatan ini menjadi pembelajaran penting agar siswa tidak hanya memahami teori kebencanaan, tetapi juga memiliki keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat.
Integrasi dengan Kurikulum dan Rapor Pendidikan
Rintisan SPAB di SMKN 1 Doko kemudian dikembangkan melalui integrasi dalam Kurikulum Merdeka, khususnya pada pembelajaran sejarah yang membahas:
- pembentukan kepulauan Indonesia
- dinamika tektonik dan potensi bencana
- dampak bencana terhadap kehidupan masyarakat
Pembelajaran dilakukan melalui pendekatan Project Based Learning, diskusi kebencanaan,praktik penyelamatan dan evakuasi serta pembuatan poster edukasi mitigasi bencana oleh siswa.
Program ini juga mendukung peningkatan indikator Rapor Pendidikan, khususnya pada aspek:
- pembelajaran kontekstual berbasis lingkungan
- penguatan karakter dan literasi kebencanaan
- iklim sekolah yang aman dan tangguh terhadap risiko bencana
Menuju Sekolah Tangguh Bencana
Melalui pengalaman kegiatan sosialisasi SPAB dan peristiwa longsor yang terjadi, SMKN 1 Doko terus mengembangkan berbagai inovasi menuju Sekolah Tangguh Bencana berbasis literasi, teknologi, dan kolaborasi lintas lembaga.
Langkah ini menjadi komitmen sekolah untuk membangun budaya sadar risiko, kesiapsiagaan, dan ketangguhan terhadap bencana bagi seluruh warga sekolah.
Ujian Nyata: Kejadian Longsor di Kampus 2
Tidak lama setelah kegiatan tersebut berlangsung, SMKN 1 Doko menghadapi peristiwa tanah longsor di Kampus 21 pada November 2024. Peristiwa ini menjadi pengalaman nyata yang semakin menegaskan pentingnya pendidikan mitigasi bencana di lingkungan sekolah.
Kejadian tersebut mendorong sekolah untuk mempercepat pembentukan Tim Satuan Pendidikan Aman Bencana serta memperkuat program mitigasi dalam perencanaan pembangunan dan pengelolaan infrastruktur sekolah.



















