
Blitar, 26 April 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026, SMKN 1 Doko melaksanakan kegiatan Gladi Kewaspadaan Bencana yang melibatkan seluruh warga sekolah. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan, kewaspadaan, serta kemampuan warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Hari Kesiapsiagaan Bencana diperingati setiap tanggal 26 April sebagai momentum nasional untuk membangun budaya sadar bencana melalui latihan dan simulasi secara serentak.
Kegiatan dimulai pukul 10.00 WIB dengan pembunyian tanda peringatan sebagai isyarat dimulainya simulasi evakuasi. Seluruh peserta didik, guru, tenaga kependidikan, dan petugas sekolah bergerak menuju titik kumpul sesuai jalur evakuasi yang telah ditetapkan. Simulasi ini dirancang untuk melatih respon cepat, ketertiban evakuasi, serta koordinasi antarwarga sekolah dalam situasi darurat. Kegiatan semacam ini merupakan bagian penting dari upaya membangun budaya kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan.
Kepala SMKN 1 Doko menyampaikan bahwa sekolah yang berada di kawasan perbukitan memiliki potensi ancaman bencana seperti tanah longsor, gempa bumi, cuaca ekstrem, dan kebakaran. Oleh karena itu, latihan kesiapsiagaan perlu dilakukan secara berkala agar seluruh warga sekolah memahami prosedur penyelamatan diri dan mampu mengambil tindakan yang tepat saat terjadi bencana.
Sebagai sekolah yang mengembangkan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), SMKN 1 Doko terus berupaya memperkuat kapasitas warga sekolah melalui edukasi, simulasi, penyusunan jalur evakuasi, pemetaan risiko, serta kerja sama dengan berbagai pihak terkait kebencanaan. Gladi kewaspadaan ini menjadi sarana evaluasi terhadap kesiapan sarana, prasarana, dan sumber daya manusia dalam menghadapi kondisi darurat.
Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh warga sekolah semakin memahami bahwa kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau petugas kebencanaan, melainkan tanggung jawab bersama. Dengan latihan yang rutin dan berkelanjutan, budaya sadar bencana dapat tumbuh sehingga risiko dan dampak bencana dapat diminimalkan. Semangat Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026 mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan demi mewujudkan lingkungan yang tangguh terhadap bencana.
“Siap untuk Selamat, Waspada untuk Tangguh.”






