Peta Risiko Sekolah SMKN 1 Doko                                                            (Data Badan Geologi dan BPBD Jawa Timur)

Mengenali Kondisi Sekolah kita

SMKN 1 Doko berada di kawasan perbukitan dengan karakter tanah lereng yang dinamis. Berdasarkan kajian teknis dari PVMBG serta data kebencanaan dari BPBD Jawa Timur, wilayah ini memiliki potensi gerakan tanah, terutama saat curah hujan tinggi berlangsung dalam durasi lama.

Data tersebut kami olah menjadi Peta Siaga Sekolah, yaitu peta risiko terpadu yang menampilkan:

  • Zona potensi longsor
  • Arah kemungkinan pergerakan tanah
  • Area aman dan titik kumpul
  • Jalur evakuasi prioritas
  • Bangunan dengan tingkat kerentanan berbeda
  • Titik drainase dan area genangan

Peta ini bukan untuk menimbulkan ketakutan, tetapi untuk membangun kesadaran dan kesiapsiagaan bersama.

Mengapa Peta Ini Penting?

Belajar dari berbagai praktik internasional, termasuk model pendidikan mitigasi di Jepang, sekolah yang tangguh adalah sekolah yang:

  • Mengenali risikonya
  • Memahami skenarionya
  • Menyiapkan langkah antisipasi
  • Melatih warganya secara berkala

Karena itu, Peta Risiko Sekolah menjadi dasar dalam:

  • Perencanaan pembelajaran kebencanaan
  • Penyusunan SOP evakuasi
  • Penempatan rambu keselamatan
  • Evaluasi sarana dan prasarana
  • Pengambilan keputusan saat situasi darurat

Kemungkinan Bencana Susulan di Masa Depan

Peristiwa tanah gerak dan longsor mengajarkan kami bahwa risiko tidak berhenti setelah satu kejadian. Beberapa kemungkinan yang perlu diwaspadai di masa depan antara lain:

  1. Longsor susulan saat hujan ekstrem
  2. Retakan tanah yang berkembang perlahan
  3. Pergerakan tanah translasi pada kedalaman tertentu
  4. Gangguan drainase yang memicu erosi lereng
  5. Kerusakan struktur bangunan akibat getaran atau tekanan tanah

Karena itu, kesiapsiagaan bukan pilihan, tetapi kebutuhan.

Kami memandang risiko bukan sebagai kelemahan, tetapi sebagai panggilan untuk menjadi lebih tangguh. Sekolah ini tidak sekadar berada di wilayah rawan; sekolah ini sedang belajar menjadi pusat edukasi mitigasi bencana berbasis data dan literasi.

Profil Kampus 2 SMKN 1 Doko

Peta Kerentanan Tanah BPBD Jawa Timur Maret 2025

Warna Merah menunjukkan Angka kerentanan yang paling tinggi sehingga patut perlu diwaspadai dan para warga satuan pendidikan SMKN 1 Doko hendaknya melakukan peningkatan kewaspadaan pada lokasi yang berpotensi bencana saat curah hujan tinggi dan juga getaran akibat Gempa.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil survei lapangan dan analisa data geofisika berupa mikrotremor didapatkan nilai Kg dan 𝛾 yang tinggi dengan nilai tertinggi masing-masing 84.33 dan 5.22 x 10-2, nilai tersebut mengindikasikankarakteristik tanah yang lunak dan potensi kerusakan berupa tanah longsor. Sehingga dapat disimpulkan SMKN 1 Doko (Kampus 2), Desa Resapombo, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, berpotensi terhadap gerakan tanah berupa retakan yang dapat berkembang menjadi tanah longsor khususnya pada lokasi yang memiliki kemiringan curam dan tingkat kejenuhan air yang tinggi. Mengingat curah hujan yang diperkirakan masih tinggi, untuk mengurangi risiko akibat bencana gerakan tanah, perlu mengikuti rekomendasi sebagai berikut:

  1. Penguatan seluruh lereng yang ada di sekitar sekolah, diprioritaskan lereng yang
    terhubung langsung dengan ruang kelas atau lereng yang berada pas dibawah ruang
    kelas. Penguatan lereng dapat dilakukan dengan model Dinding penahan tanah (DPT).
  2. Sekolah bersama Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar dan Dinas PRKPCK
    Provinsi Jawa Timur harus segera melakukan perbaikan dan peningkatan sistem
    drainase di lingkungan sekolah untuk mencegah genangan air yang dapat memicu
    tanah longsor
    . Drainase yang baik, seperti pemasangan saluran air yang lebih besar,
    betonisasi/sementasi lantai di lingkungan sekolah
    , serta perawatan berkala, sangat
    diperlukan agar aliran air tetap lancar, tidak meresap ke dalam tanah dan tidak
    menyebabkan erosi di sekitar lingkungan sekolah.
  3. Penanaman vegetasi berakar kuat di atas lereng-lereng untuk menahan erosi dan
    meningkatkan kohesi tanah
    .
  4. Sekolah bersama Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar dan Dinas PRKPCK
    Provinsi Jawa Timur disarankan membuat terasering di area praktek pertanian untuk
    menjaga stabilitas lereng di sekitar sekolah
    .

Data Data Dari badan Geologi

Interpetasi geofisika metode tahanan jenis 2D
Pengukuran geofisika metode tahanan jenis 2D (Geolistrik 2D) pada penyelidikan ini. Pengambilan data menggunakan konfigurasi dipole – dipole. Jumlah total elektroda yang digunakan sebanyak 24 buah dengan interval antar elektroda 5 meter dengan total lintasan 120 meter, untuk mencapai penetrasi kedalamanan hingga 40 meter (Gambar 8 dan 9). Titik acuan ketinggian diperoleh dari pengukuran yang berada di titik 1 elektroda. Data lapangan kemudian diproses hingga menghasilkan pemodelan inversi 2D, dengan pengaturan iterasi maksimal mencapai 4 kali dan RMS error 12.2 %. Penafsiran bawah permukaan hasil pemodelan tahanan jenis 2D daerah ini sebagai berikut.

  • Skala warna di sebelah kanan menunjukkan rentang nilai resistivitas dalam
    ohm.meter (Ωm), dari sekitar 0,649 Ωm (warna biru tua/ungu) hingga 145 Ωm
    (warna merah tua).
  • Nilai resistivitas yang rendah (biru/hijau) umumnya mengindikasikan material
    yang bersifat konduktif (konduktivitas tinggi), seperti lapisan lempung atau zona
    yang mengandung air.
  • Nilai resistivitas yang tinggi (kuning/merah) mengindikasikan material yang
    bersifat resistif (konduktivitas rendah), seperti batuan padat (misalnya, breksi
    vulkanik, tuff, lava, atau basal) atau zona kering.
    Terdapat zona dengan resistivitas yang sangat rendah di bagian kiri bawah model, menunjukkan kemungkinan adanya lapisan lempung atau akuifer jenuh air. Zona dengan resistivitas sedang hingga tinggi (sekitar 14,3 hingga 66,8 Ωm, berwarna kuning hingga oranye) mendominasi sebagian besar area, yang mungkin mewakili lapisan pasir atau batuan lain yang kurang jenuh air. Pada bagian tengah pada jarak 60 – 73 m pada kedalaman 5 – 15 m dibawah permukaan tanah atau pada elevasi 480 – 485 mdpl menunjukan nilai resistivity 0.649 ohm.meter (Ωm) – < 14.3 ohm.meter (Ωm). Diduga sebagai lapisan yang bersifat konduktif, seperti tanah pelapukan atau tanah dengan kandungan lempung yang tinggi dan tanah yang jenuh air. Pada lapisan warna biru kemungkinan lapisan akuifer. Resistivitas Tinggi (Merah – Ungu): 66.8 Ωm – 145 Ωm mengindikasikan breksi vulkanik, tuff, lava, atau basal) atau zona kering. Berdasarkan pengamatan lapangan dilokasi tersebut tersusun oleh lava andesit yang lapuk dan tuff dalam konsisi kering.
Ilustrasi Longsor karena curah hujan

Berdasarkan telaah data teknis PVMBG dan informasi kebencanaan dari BPBD Jawa Timur, Kampus 2 SMKN 1 Doko berada pada zona lereng dengan karakter tanah pelapukan yang relatif peka terhadap peningkatan kadar air. Struktur tanah didominasi material hasil pelapukan batuan yang memiliki daya ikat sedang hingga rendah ketika jenuh air. Pada periode hujan intensitas tinggi dan berdurasi lama, kondisi ini dapat meningkatkan tekanan pori tanah dan menurunkan kestabilan lereng. Selain itu, adanya kemiringan lereng serta sistem aliran air permukaan yang belum sepenuhnya merata berpotensi mempercepat erosi dan memicu retakan tanah mikro yang berkembang secara bertahap. Kerentanan ini tidak selalu tampak secara visual dalam kondisi cuaca normal, namun dapat meningkat signifikan ketika terjadi akumulasi curah hujan ekstrem atau perubahan tata air di sekitar lereng. Oleh karena itu, pemantauan berkala terhadap retakan tanah, sistem drainase, dan pergerakan lereng menjadi bagian penting dari strategi kesiapsiagaan di Sekolah

Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan penyelidikan lapangan, kejadian gerakan tanah di
sekitar SMKN 1 Doko Kampus 2, Desa Resapombo, Kecamatan Doko disimpulkan
sebagai berikut:

  • Jenis gerakan tanah berupa longsoran translasi.
  • Zona dengan resistivitas sedang hingga tinggi (sekitar 14,3 hingga 66,8 Ωm,
    berwarna kuning hingga oranye) mendominasi sebagian besar permukaan
    yang berupa lapisan pasir atau batuan lain yang kurang jenuh air. Hal ini sesuai
    dengan kenyataan dilapangan longsoran yang terjadi bertipe translasi dengan
    kedalaman bidang gelincir yang dangkal.
  • Namun demikian pada sisi kiri dan kanan berpotensi terbentuk bidang gelincir
    yang lebih dalam terutama pada resistivity < 3.04 Ωm pada kedalaman 5 – 12
    m dibawah permukaan
    .
  • Pengertian Bidang Gelincir yakni Bidang gelincir adalah suatu permukaan atau lapisan di dalam massa tanah atau batuan yang menjadi jalur pergerakan material ketika terjadi longsor. Pada bidang inilah lapisan tanah bagian atas mengalami pergeseran relatif terhadap lapisan di bawahnya. Bidang gelincir umumnya terbentuk pada zona yang memiliki kekuatan geser lebih rendah dibandingkan lapisan sekitarnya, seperti tanah lempung jenuh air, lapisan pelapukan, atau batas kontak antara dua jenis material yang berbeda sifat fisiknya.
  • Lokasi gerakan tanah berpotensi terjadi gerakan tanah/tanah longsor susulan
    apabila adanya curah hujan tinggi dengan durasi yang cukup lama dilokasi
    tersebut

Rekomendasi Teknis
Sebagai langkah mitigasi longsoran agar tidak meluas dan berkembang, perlu
dilakukan beberapa rekomendasi teknis berikut:

  • Melakukan perubahan pada geometri lereng seperti membuat terasering
    dengan kemiringan yang sesuai dengan kaidah keteknikan dan mengupas
    lapisan tanah pelapukan;Melakukan rekayasa struktur dengan membuat TPT (tembok penahan tebing)
    pada bagian bawah dan dibuat gorong – gorong utnuk mengalirkan air
    permukaan;
  • Karakteristik tanah pelapukan pada lokasi bencana adalah mudah hancur dan
    mudah mengalami pergerakan tanah jika jenuh air
    dan sistem drainase yang
    kurang baik sehingga perlu meminimalkan infiltrasi air kedalam lereng;
  • Membuat saluran drainase dengan konstruksi kedap air untuk mengalirkan
    aliran permukaan langsung ke bawah lereng atau sungai yang sudah ada;
  • Menutup retakan dengan material kedap air agar retakan tidak berkembang
    lebih besar dan dalam
  • Tidak disarankan penanaman pohon bambu pada bagian atas lereng (mahkota
    longsor) karena dapat menambah beban lereng yang dan mengurangi nilai
    kestabilan lereng
  • Pemasangan rambu – rambu rawan gerakan tanah/tanah longsor serta jalur
    evakuasi di sekitar lokasi bencana dan daerah yang berpotensi terjadinya
    gerakan tanah/tanah longsor susulan
  • Melakukan pemantauan rutin pada area yang terdapat retakan dan sekitarnya
  • Pembuatan sempadan atau terasering dan menanam/memelihara vegetasi
    yang berakar kuat dan dalam untuk menjaga kestabilan lereng, terutama di
    bagian bawah hingga tengah lereng
    ;
  • Meningkatkan kewaspadaan terutama pada saat dan setelah turun hujan serta
    memantau secara berkala perkembangan gerakan tanah, jika retakan semakin
    meluas dan melebar agar segera laporkan ke pihak berwenang;
  • Diperlukan peningkatan kapasitas warga maupun perangkat desa, dengan
    melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih mengenal dan memahami
    gerakan tanah dan gejala – gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi
    bencana gerakan tanah
  • Koordinasi dan kolaborasi penanganan/mitigasi gerakan tanah antara BPBD,
    Dinas PUPR dan instansi terkait lainnya.

Peta GMaps Ancaman Gerakan Tanah di SMKN 1 Doko

Klik link dibawah ini untuk kampus 2 SMKN 1 Doko

https://www.google.com/maps/d/u/0/edit?mid=1FiuMWiJAJiuNFmlieee-o_6OQpepZHA&usp=sharing

Untuk Para siswa Lihat pada Gawaimu, Tinggal klik link di atas dan mari berkolaborasi untuk meningkatkan kewaspadaan akan bencana di masa mendatang! Laporan siswa akan diverifikasi tim SPAB dan BPBD wilayah kabupaten Blitar dan Jawa Timur dalam 24 jam, sehingga peta risiko selalu akurat dan real-time. Mari bersama menjaga sekolah kita tetap aman!”

Dokumentasi kejadian Tanah Longsor sepanjang 2024-2025

https://drive.google.com/drive/folders/1bSxsbTFU0Sd7U6KBZ6JOWBHCx5LznX19?usp=sharing

https://drive.google.com/drive/folders/1PqCb1O-_seN31-Lvb3t9ZE2KjcMZkfIT?usp=sharing

Jalur evakuasi kampus 2

Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keselamatan seluruh warga sekolah, manajemen sekolah bersama pihak terkait telah mempertimbangkan langkah-langkah preventif sesuai rekomendasi teknis PVMBG , termasuk:

  • Pemantauan rutin retakan dan kondisi lereng
  • Penguatan drainase agar mengurangi infiltrasi air
  • Pemasangan rambu rawan gerakan tanah
  • Koordinasi dengan BPBD dan instansi teknis

Apabila dalam kondisi tertentu, misalnya terjadi hujan ekstrem berkelanjutan, retakan berkembang signifikan, atau terdapat indikasi peningkatan risiko berdasarkan evaluasi teknis maka opsi relokasi sementara kegiatan belajar mengajar dapat menjadi langkah kehati-hatian.

Relokasi Kegiatan Belajar Mengajar dalam konteks ini bukanlah kepanikan, melainkan strategi perlindungan preventif untuk memastikan keselamatan siswa dan GTK tetap menjadi prioritas utama. Keputusan tersebut akan diambil berdasarkan:

  • Data teknis dan pemantauan lapangan
  • Rekomendasi resmi instansi berwenang
  • Evaluasi kondisi aktual di lokasi

Komitmen Bersama

Kami menyampaikan hal ini dengan penuh tanggung jawab dan ketenangan. Keselamatan bukan hanya soal keberanian bertahan, tetapi juga kebijaksanaan dalam mengambil langkah antisipatif ketika diperlukan.

Sekolah berkomitmen untuk:

  • Mengedepankan transparansi informasi
  • Melibatkan guru dan siswa dalam budaya siaga
  • Menjadikan data sebagai dasar pengambilan keputusan
  • Mengutamakan keselamatan di atas segala pertimbangan lainnya

Dengan kesiapsiagaan, literasi kebencanaan, dan koordinasi yang baik, kita dapat menghadapi musim penghujan mendatang dengan lebih tenang, rasional, dan terencana.

Kondisi Kampus 1 SMKN 1 Doko

Kampus 1 SMKN 1 Doko berada pada area perbukitan dengan kemiringan lereng yang relatif landai hingga sedang. Secara umum, tata bangunan telah menyesuaikan kontur lahan dan memiliki akses jalur evakuasi yang cukup terbuka. Berdasarkan pemantauan lapangan, dokumentasi visual, serta telaah data kebencanaan dari PVMBG dan BPBD Jawa Timur, hingga saat ini belum ditemukan indikasi signifikan adanya gerakan tanah aktif seperti retakan progresif, amblesan struktural, maupun deformasi lereng yang mengarah pada kondisi darurat.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Kampus 1 masih dalam kategori relatif aman untuk aktivitas pembelajaran, dengan stabilitas lereng yang terjaga dalam kondisi cuaca normal. Sistem drainase yang berfungsi baik serta vegetasi penutup tanah turut membantu menjaga keseimbangan air permukaan dan mengurangi potensi erosi.

Namun demikian, posisi geografis sekolah yang berada di kawasan perbukitan tetap menuntut kewaspadaan jangka panjang. Perubahan iklim yang memicu curah hujan ekstrem, potensi gangguan tata air, serta dinamika alami tanah pelapukan dapat memengaruhi kestabilan lereng di masa mendatang. Karena itu, meskipun saat ini dinilai aman, prinsip kehati-hatian tetap menjadi dasar pengelolaan lingkungan sekolah.

Komitmen kami adalah menjaga Kampus 1 tetap dalam kondisi aman melalui:

  • Pemantauan rutin kondisi lereng dan drainase
  • Dokumentasi berkala terhadap perubahan permukaan tanah
  • Koordinasi dengan instansi teknis kebencanaan
  • Edukasi warga sekolah mengenai tanda-tanda awal gerakan tanah

Dengan pendekatan berbasis data dan budaya siaga, Kampus 1 SMKN 1 Doko diharapkan tetap menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan tangguh menghadapi kemungkinan risiko di masa depan.

klik dbawah ini untuk kampus 1 smkn 1 Doko

https://www.google.com/maps/d/edit?mid=1PFKk9xqj-nLeosO6cttcstjrwPfhScE&usp=sharing

Peta jalur evakuasi kampus 1 SMKN 1 Doko

Peta Siaga Sekolah adalah komitmen kami bahwa:

  • Keselamatan adalah prioritas.
  • Keputusan diambil berbasis data.
  • Siswa dilatih untuk berpikir kritis dan proaktif.
  • Sekolah hadir sebagai bagian dari solusi bagi masyarakat sekitar.

Siaga bukan berarti takut.
Siaga berarti tahu apa yang harus dilakukan. Dengan memahami peta risiko, melatih diri, dan bekerja sama, kita membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan.

Biar Keren dan juga gak FOMO ayuk Baca lebih lengkap materi dari PVMG

https://drive.google.com/file/d/1sqgli8F-cgBvI6aZFf_yXc5nXfuu5Vzt/view?usp=sharing

unduh dokumen pemetaan BPBD Jawa Timur dan Badan Geologi

https://drive.google.com/file/d/1vhhZzl611YixdD55xViudAMgLyHg0NHn/view?usp=drive_link

https://drive.google.com/file/d/1Ho-UQpLZ6seIQuwdmCKfWfcwJz7Z8REm/view?usp=drive_link

Ayuk Latih pengetahuanmu dengan menjawab soal dibawah ini

klik link ini https://wayground.com/join?gc=31830190&source=liveDashboard – kode 3449 7710

Scan Dulu ! Kapan lagi kamu jadi siswa yang Keren sekaligus Tangguh

#Kenali Ancamannya, Kurangi Risikonya, Siap Untuk Selamat# Salam tangguh, Salam kemanusiaan