
Blitar — Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur melakukan kunjungan ke SMKN 1 Doko, Kabupaten Blitar, Kamis (4/12), dalam rangka observasi lapangan dan diskusi penanganan bencana di satuan pendidikan yang terdampak gerakan tanah dan bencana hidrometeorologi.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pilot Project Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Provinsi Jawa Timur yang dilaksanakan pada 1–5 Desember 2025. Program ini menindaklanjuti kerja sama dengan Japan’s Ministry of Economy, Trade and Industry (METI) serta The Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships (AOTS) dalam penguatan pendidikan kebencanaan berbasis sekolah.
Agenda di SMKN 1 Doko meliputi observasi kondisi lapangan sekolah serta diskusi terkait implementasi SPAB dan penguatan pendidikan mitigasi bencana, termasuk berbagi praktik baik pendidikan mitigasi bencana yang diterapkan di Jepang. SMKN 1 Doko dipilih sebagai salah satu sekolah percontohan karena berada di wilayah rawan gerakan tanah dan hidrometeorologi.
Sebagai bagian dari agenda diskusi, The Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships (AOTS) turut menyampaikan dan menyerahkan dokumen praktik mitigasi bencana yang diterapkan di Jepang. Dokumen tersebut memuat panduan teknis dan pembelajaran praktis terkait kesiapsiagaan satuan pendidikan menghadapi bencana, mulai dari perencanaan evakuasi, penguatan budaya sadar bencana di sekolah, hingga integrasi pendidikan mitigasi dalam kegiatan belajar mengajar. Materi ini menjadi bahan diskusi untuk disesuaikan dengan konteks kebencanaan di Indonesia, khususnya di SMKN 1 Doko yang terdampak gerakan tanah dan bencana hidrometeorologi, serta sebagai referensi pengembangan Satuan Pendidikan Aman Bencana di Jawa Timur.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan BPBD Kabupaten Blitar, pihak sekolah, serta pemangku kepentingan terkait. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi antara pemerintah daerah dan satuan pendidikan dalam meningkatkan kesiapsiagaan, kapasitas mitigasi, serta keselamatan warga sekolah dari ancaman bencana.
Penetapan SMKN 1 Doko sebagai lokasi pilot project SPAB diharapkan dapat menjadi model pengembangan sekolah aman bencana bagi satuan pendidikan lain di Jawa Timur, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi.









