
Agroforestri dan Gerakan Penanaman Pohon di Lereng Kampus 2 SMKN 1 Doko
Daerah Doko dan sekitarnya dikenal memiliki banyak wilayah berbukit dan lereng. Kondisi ini membuat kawasan tersebut memiliki potensi tanah yang subur, namun juga memiliki risiko tanah longsor, terutama saat musim hujan dengan curah hujan tinggi. Selain itu, perubahan iklim membuat cuaca semakin tidak menentu, mulai dari hujan ekstrem hingga musim kemarau yang lebih panjang.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, dunia pertanian mengenal sebuah pendekatan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, yaitu agroforestri.
Agroforestri merupakan sistem pertanian yang menggabungkan tanaman kehutanan, tanaman pertanian, dan terkadang ternak dalam satu lahan yang sama. Sistem ini membuat lahan pertanian menyerupai hutan kecil yang produktif, karena terdiri dari berbagai jenis tanaman dengan lapisan tajuk yang berbeda.
Pendekatan ini memiliki banyak manfaat. Akar pohon yang kuat mampu menahan tanah di lereng sehingga mengurangi risiko longsor. Tajuk pohon juga dapat memecah energi air hujan sehingga tidak langsung menghantam tanah. Selain itu, daun-daun yang gugur menutup permukaan tanah dan membantu menjaga kelembapan serta kesuburan tanah.
Tidak hanya itu, agroforestri juga berperan dalam menghadapi perubahan iklim. Pohon dan tanaman mampu menyerap karbon dioksida dari udara dan menyimpannya di batang, akar, serta tanah. Dengan demikian, sistem ini membantu mengurangi gas rumah kaca sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.
Semangat menjaga lingkungan tersebut juga dilakukan oleh siswa Sispala Gogoniti SMKN 1 Doko. Dalam rangka Hari Pohon Sedunia pada Januari 2004 bagian dari program Kerja Bakti lingkungan 2024, Sispala Gogoniti bersama siswa jurusan ATPH (Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura) dan APHP (Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian) melaksanakan kegiatan penanaman pohon di lereng barat Kampus 2 SMKN 1 Doko.
kegiatan ini diikuti kurang lebih sekitar 20 siswa dari lintas jurusan, Bapak ibu Guru Seperti Pak Heri agus, ST selaku kakomli Jurusan TBSM ketua panitia Disnatalis 2004, Erlik Sri Wahyuni S. TP dan ikut andil dalam acara tersebut. Acara ini memang menjadi salah satu penutup dalam serangkaian acara Disnatalis ke 18 tahun SMKN 1 Doko. T
Kegiatan ini merupakan bagian dari program bakti lingkungan Sispala Gogoniti dengan pendekatan agroforestri. Berbagai jenis tanaman buah ditanam untuk memperkaya vegetasi di kawasan tersebut. Sementara itu, beberapa tanaman lokal seperti jati dan kopi sudah lebih dahulu tumbuh di area tersebut sehingga menambah kekhasan praktik agroforestri di lingkungan sekolah.
Menariknya, lahan ini juga telah dimanfaatkan oleh Pak Edi, penjaga sekaligus petugas kebersihan sekolah, sebagai sumber pakan ternak kambing dari rumput dan tanaman bawah yang tumbuh di sekitar area tersebut. Hal ini membuat kawasan lereng kampus menjadi contoh sederhana sistem agroforestri lokal yang lengkap, karena menggabungkan tanaman pohon, tanaman pertanian, serta pemanfaatan untuk ternak.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar tentang teori pertanian berkelanjutan, tetapi juga mempraktikkan langsung cara menjaga lingkungan dan mengelola lahan secara bijak.
Ke depan, diharapkan kawasan ini dapat menjadi laboratorium pembelajaran agroforestri bagi siswa SMKN 1 Doko, sekaligus menjadi contoh bahwa langkah sederhana seperti menanam pohon dapat memberikan manfaat besar bagi lingkungan dan masa depan pertanian.
baca juga manfaat agroforestri https://smkn1doko.sch.id/agroforestri-solusi-sederhana-untuk-mencegah-tanah-longsor-dan-mengatasi-perubahan-iklim/
















